Konfigurasi Samba untuk File Server di PNET Lab

 Konfigurasi Samba untuk File Server di PNET Lab


A. Tujuan Pembelajaran

- Mengetahui konsep file sharing, protokol, dan pengertiannya.
- Mempelajari cara mengkonfigurasi File Server dengan samba di PNET LAB
- Mempelajari cara remote ssh server di PNET, dan
- Mempelajari cara forwarding paket NAT.

B. Materi Pembelajaran

    Konsep file sharing pada sebuah jaringan dapat dilakukan melalui 2 cara diantaranya adalah dengan menggunakan Samba dan FTP (File Transfer Protocol). Samba dan FTP menggunakan protokol yang berbeda, dimana Samba menggunakan protokol SMB (Server Message Block dan FTP menggunakan protokol transport TCP untuk mengirimkan data file. Meskipun FTP dan Samba sama-sama konsep file sharing, tetapi keduanya memiliki perbedaan, diantaranya adalah pada FTP, dia memiliki kekurangan yaitu tidak bisa di mount. Sedangkan pada Samba yang menggunakan protokol SMB (protocol windows networking, memiliki kelebihan yaitu dapat digunakan untuk share data, printer, dan nama komputer bisa dikenali di dalam jaringan LAN.

C. Alat dan Bahan

- Jaringan Internet
-Aplikasi VMWare
-Aplikasi PuTTY
-PC/Laptop

D. Topologi Jaringan


Untuk perangkat Internet, menggunakan tipe Management Cloud 0.

Peada perangkat server menggunakan OS Ubuntu server, dengan;

pengaturan IP pada server Ubuntu sebagai berikut. Untuk Eth1 dan Default root sesuaikan dengan menggunakan IP yang satu jaringan dengan PNET Lab, IP eth2 dapat ditentukan sendiri, dan IP DNS sesuai dengan jaringan yang digunakan saat ini. Untuk dapat meremote semua perangkat, disini dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu dengan telnet dan menambahkan paket aplikasi ssh sebagai secondary console menggunakan SSH (Putty).


Untuk IP dari perangkat client desktop ubuntu akan didapat secara otomatis dari server ubuntu melalui konfigurasi DHCP dan remote console menggunakan RDP agar bisa diremote dengan basis GUI.


E. Langkah Konfigurasi

Setelah topologi yang digunakan sudah sesuai, langkah pertama yang dilakukan adalah melakukan konfigurasi DHCP Server terlebih dahulu, agar client mendapatkan IP Address secara otomatis, kemudian melakukan konfigurasi forwarding paket dan NAT di ubuntu server yang dimana agar client dapat terhubung ke jaringan internet, dengan syarat Ubuntu Server tersebut berperan sebagai gateway/router. Packet forwarding memungkinkan Ubuntu Server meneruskan paket data dari satu interface jaringan ke interface lainnya. 

a. Forwarding paket NAT di Ubuntu server

Untuk memforward paket NAT tersebut, pertama tama adalah dengan mengaktifkan forwarding paket terlebih dahulu dengan cara mengedit folder sysctl.conf dengan menghilangkan simbol # pada net.ipv4.ip_ forward = 1. Karena tanda # berarti baris tersebut adalah komentar, tidak dibaca dan tidak dijalankan oleh sistem, dan untuk menjalankannya dengan menghapus simbol tersebut.

Kemudian, install apket iptables-persistent yang bertujuan agar bertujuan agar aturan firewall (iptables), termasuk NAT, tersimpan dan otomatis aktif kembali setelah reboot.
Saat instalasi, pada bagian Save Current IPv4 dan IPv6 rules, pilih opsi Yes
 

Lalu, konfigurasikan NAT untuk mentranslasikan alamat IP Address Private ke
alamat IP Address Public maupun sebaliknya dengan memasukkan perintah iptables -t nat -A POSTROUTING -o eth1 -j MASQUERADE

Setelah itu, lakukan verifikasi pada client VPC1 dan 2 dengan melakukan ping ke 8.8.8.8 dan juga google

Verifikasi iptables pada server dengan perintah iptables -t nat -L 

b.Remote server menggunakan SSH/PuTTY
Selain konfigurasi paket NAT forwarding, agar server dapat di remote dengan SSH/PuTTY pertama tama, pastikan server sudah di setting dengan secondary console dan usernamenya, serta server telah memiliki mendapatkan IP

Selanjutnya, edit file konfigurasi SSH yang ada pada /etc/ssh/sshd_config untuk mengizinkan user root login.

Buat password untuk user root dengan memasukkan perintah sudo passwd root. Buat password sesuai keinginan dan setelah itu restart paket ssh dengan perintah /etc/init.d/ssh restart


Lakukan uji coba dengan meremote server menggunakan aplikasi PuTTY

Berikut adalah tampilan login dengan username root dan password yang telah dibuat.


c. Konfigurasi Samba untuk File server di PNET LAB

Setelah terdapat konfigurasi DHCP, forwarding paket NAT, dan remote SSH, barulah bisa melakukan konfigurasi file server dengan samba yang dimana langkah pertama yang harus dilakukan adalah menginstall paket aplikasi samba. Pada direktori /home, install paket samba dengan perintah apt install samba.

Selanjutnya, masuk ke path direktori /etc/samba untuk melakukan backup terhadap file samba sebelum mengubah isinya, karena file tersebut adalah file konfigurasi utama Samba. Kesalahan kecil saja bisa menyebabkan service Samba gagal jalan atau akses client terputus.

Kemudian, edit file smb.conf dengan editor nano, dan tambahkan baris perintah berikut dibagian paling bawah.

[samba(nama server)]
path = /home/samba/
valid user = (nama user baru)
writeable = yes
browseable = yes
guest ok = no

Simpan perubahan dengan menekan tombol CTR+X-->Y-->Enter

Buatlah user samba dengan nama yang digunakan sebelumnya, yaitu putri den buat password untuk user tersebut. Untuk membuat user menggunakan perintah useradd -m -d /home/samba putri. Tambahkan password untuk user tersebut dengan menggunakan baris perintah smbpasswd -a putri

Lakukan crosschecking untuk mengetahui jika ada kesalahan konfigurasi pada smb.conf menggunakan perintah testparm. Tekan enteruntuk melihat service yang digunakan.

Pada tampilan terminal PNET Lab, semua file yang ditampilkan tidak lengkap, untuk mengatasi hal tersebut, dapat di remote dengan menggunakan ssh dan mengetik ulang perintah
testparm.

Buat satu file yang ada di folder samba, untuk dilakukan pengujian dengan perintah touch latihan.txt


Restart konfigurasi samba menggunakan perintah /etc/init.d/smbd restart. Dan check status samba apakah berjalan.

Apabila akan menguji samba pada server, install terlebih dahulu paket samba client menggunakan perintah apt install smbclient.

Setelah paket client samba terinstall, verifikasi pada server dengan smbclient -U putri //172.16.0.118/sambaHSRN dan masukkan password yang dibuat. Masukkan perintah ls untuk melihat folder yang telah dibuat

Selain pengujian pada server, jika dari sisi client ubuntu desktop, buka aplikasi file dan masukkan ip server smb dengan perintah smb://118.118.118.1/sambaHSRN. Setelah itu masukkan user dan password yang telah dbuat.


Pada client ubuntu desktop, lakukan ujicoba dengan menambahkan satu folder dan satu file. Cara menambahkannya adalah dengan mengklik kanan, kemudian create folder dan document.

Lakukan pengecekan pada server di direktori /home/samba, dan perintah ls untuk menampilkan isi file yang ada pada direktori tersebut yang dimana akan terdapat folder dan file yang ditambahkan oleh client.


































Komentar