KONFIGURASI FTP SERVER DI PNET LAB

 KONFIGURASI FTP SERVER MELALUI PNET LAB

A. Tujuan Pembelajaran

    1. Mengetahui apa itu ftp server dan bagaimana cara melakukan konfigurasi terhadap FTP Server melalui PNETLAB.

B. Materi Pembelajaran

    FTP (File Transfer Protocol) server adalah server yang digunakan untuk mentransfer file antar komputer melalui jaringan, baik itu jaringan lokal (LAN) atau internet. FTP memungkinkan pengguna untuk mengunggah (upload) dan mengunduh (download) file ke dan dari server dengan menggunakan klien FTP dan server yang menyediakan ruang penyimpanan dan menangani permintaan transfer file dari client. Server ini dapat diatur dengan berbagai izin untuk menentukan siapa yang bisa mengakses file dan direktori tertentu.

C. Alat dan Bahan :

    1. Aplikasi VMware WorkStation. <Klik untuk unduh
    2. PNETLAB. <Klik untuk unduh
    3. PuTTY. <Klik untuk unduh
    4. Docker Ubuntu Server dan Ubuntu Desktop pada pnetlab.

D. Desain Topologi



E. Langkah langkah :

1. Pertama-tama, untuk melakukan konfigurasi terhadap FTP Server, pastikan alat dan bahan telah tersedia, serta topologi yang digunakan sudah sesuai. Jika sudah, lakukan instalasi untuk Docker ubuntu dan Docker desktop yang dapat diunduh melalui menu Device pada PNETLab.

2. Pastikan sudah terdapat konfigurasi DNS Server. Jika sudah, tambahkan Record Address dengan kriteria berikut:
   Hostname/subdomain: ftp 
   Internet Class : IN
   Address Record (IPv4): A
   Alamat IP tujuan: 172.16.11.154
Record Address DNS tersebut bertujuan untuk mengarahkan ftp.team17.net ke alamat IP 172.16.11.154. Simpan perubahan dengan menekan tombol Ctrl+X-->Y-->Enter.


3. Restart service DNS Server dengan perintah systemctl restart bind9. Dan lakukan verifikasi dengan ping ke DNS kembali.

4. Lalu, install paket FTP agar dapat membagikan file ke client dengan jaringan, sehingga penggunda bisa meng-upload file yang berasal dari server. Ketik perintah apt install proftpd.

5. Buat direktory baru untuk ftp yang berada dalam direktori home. 

6. Lalu, ubah hak akses dari direktori yang baru dibuat dengan izin 777, yang artinya semua user dapat membaca, menulis, dan masuk ke folder ftp-team11. Perintah ls-al digunakan untuk Menampilkan daftar file/folder secara detail dan menunjukkan permission, owner, group, ukuran, dan waktu dari file yang ada di direktori home.

7. Lakukan backup terhadap file proftpd sebelum melakukan konfigurasi untuk menghindari kesalahan ketika telah melakukan konfigurasi yang baru. Masuk kedalam direktori proftpd dan salin folder tersebut 

8. Pada bagian Default root di dalam file asli proftpd, lakukan perubahan untuk mengatur ke direktori home pengguna yang akan dibagikan. Jika sudah, simpan perubahan dan kemudian lakukan restart terhadap file proftpd ini.

9. Tambahkan user baru agar dapat digunakan untuk mengakses file FTP tersebut. Dengan penjalasan sebagai berikut:
      export PATH=$PATH:/usr/sbin
Perintah ini berfungsi untuk:
- Menambahkan direktori /usr/sbin ke variabel PATH
- Agar perintah administratif seperti adduser bisa dijalankan tanpa menulis path lengkap karena biasanya adduser berada di /usr/sbin.

10. Edit user agar dapat mengakses file FTP saat user login, direktori awalnya langsung masuk ke /home/ftp-team11 dengan  user team-11

11. Lakukan restart terhadap direktori proftpd agar perubahan yang dilakukan tersimpan.

Hasil verifikasi konfigurasi di client.

1. Hasil konfigurasi yang telah dilakukan adalah melakukan verifikasi terhadap IP enp0s8 dan nama domainnya

2. Tambahkan folder yang akan diakses oleh client.



3. Akses FTP dengan browser menggunakan domain ftp://ftp.team17.net. Setelah mengetikkan domain tersebut, maka login dengan user dan password yang dibuat pada konfigurasi. Jika login berhasil, artinya konfigurasi yang dilakukan telah sesuai dan benar karena dapat diakses oleh pengguna yang berada di jaringan yang sama.

4. Pada tampilan ini, terdapat 1 folder yang telah dibuat, folder inilah yang dapat diakses oleh client yang berada di dalam jaringan yang sama.













Komentar